<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Manusia Perbatasan</title>
	<atom:link href="http://iskandarsiahaan.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://iskandarsiahaan.wordpress.com</link>
	<description>Demi Keadilan, Kesetaraan, dan Kebersamaan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Mar 2009 03:49:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Mukadimah oleh Iskandar Siahaan</title>
		<link>http://iskandarsiahaan.wordpress.com/2008/11/13/mukadimah/#comment-8</link>
		<dc:creator>Iskandar Siahaan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 03:49:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iskandarsiahaan.wordpress.com/?p=14#comment-8</guid>
		<description>Silakan ditautkan Pak. Betul memang belum ada tulisan yang baru. Belakangan ini saya agak sibuk Pak. Mudah-mudahan dalam waktu yang terlalu lama saya kembali bisa membuat tulisan baru. Terimakasih atas perhatiannya. Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Silakan ditautkan Pak. Betul memang belum ada tulisan yang baru. Belakangan ini saya agak sibuk Pak. Mudah-mudahan dalam waktu yang terlalu lama saya kembali bisa membuat tulisan baru. Terimakasih atas perhatiannya. Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mukadimah oleh Pambudi Nugroho</title>
		<link>http://iskandarsiahaan.wordpress.com/2008/11/13/mukadimah/#comment-7</link>
		<dc:creator>Pambudi Nugroho</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 11:12:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iskandarsiahaan.wordpress.com/?p=14#comment-7</guid>
		<description>Pak Iskandar ,

Saya rajin membaca artikel anda diliputan6.com Tapi diblok pribadi anda ini tulisan anda belum ada yang baru.

Jika berkenan , blog anda saya tautkan keblok saya http://rawapada.wordpress.com

Terima kasih , 
Salam kenal
Pambudi Nugroho</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Iskandar ,</p>
<p>Saya rajin membaca artikel anda diliputan6.com Tapi diblok pribadi anda ini tulisan anda belum ada yang baru.</p>
<p>Jika berkenan , blog anda saya tautkan keblok saya <a href="http://rawapada.wordpress.com" rel="nofollow">http://rawapada.wordpress.com</a></p>
<p>Terima kasih ,<br />
Salam kenal<br />
Pambudi Nugroho</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Lonte (1) oleh Pambudi Nugroho</title>
		<link>http://iskandarsiahaan.wordpress.com/2008/11/16/lonte-1/#comment-6</link>
		<dc:creator>Pambudi Nugroho</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 04:03:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iskandarsiahaan.wordpress.com/?p=37#comment-6</guid>
		<description>Refleksi saya &quot;MIRNA &quot; dalam artikel ini adalah korban dari ketidakadilan sebuah sistem. Sistem perekonomian yang jelas memang tidak akan pernah berpihak kepada rakyat kecil. Padahal sang
Mirnapun ( baca : Rakyat jelata ) justru berfungsi sebagai pondasi dari kemapanan ekonomi. Yang tak bisa beristirahat sejenak dari
penindasan. Karena label yang diberi masyarakat sebagai &quot;sampah masyarakat&quot; dan &quot;kaum berdosa&quot; . Maka lagi-lagi &quot; Mirna &quot; harus segera diabaikan.Dan kita pun tak mampu lagi untuk menghargai sebuah proses. Kepekaan kita terhadap sesama sudah hilang karena ketidakadilan dan penindasan sudah pula menjadi biasa.

Sosok &quot; Mami Lan &quot; jangan - jangan sama seperti kita juga , sadar atau tidak sadar kitapun sering menindas saudara atawa sesama , ketika &quot;urusan perut&quot;(Baca:cashflow)terancam tidak stabil dan lebih penting. 

Kalau begitu , berarti &quot; MIRNA &quot; ( baca : Rakyat Jelata ) sendiri harus melakukan kreatifitas dan  pembelajaran sebagai praksis pembebasan dari ketidakadilan yang menindasnya. Proses ini harus menjadi uluran keprihatinan kita yang tak melulu &quot;merias agama&quot; untuk mengambil bagian
sebagai fasilitator dan mediator ditengah
kesibukan kita sebagai wartawan , penyiar ,
karyawan , apa saja. Memulai dari awal : yakni kepekaan terhadap hal penindasan disekitar kita adalah awal yang baik.

Pambudi Nugroho 




Andaikan nanti &quot; MIRNA&quot; menjadi Tua dan reyot , tentu saja tidak seenak dulu. Tapi proses goyangannya telah menoreh catatan diatas kertas abu-abu bahwa atas penderitaannya ia sudah memberikan kenikmatan bagi sesama untuk berproses.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Refleksi saya &#8220;MIRNA &#8221; dalam artikel ini adalah korban dari ketidakadilan sebuah sistem. Sistem perekonomian yang jelas memang tidak akan pernah berpihak kepada rakyat kecil. Padahal sang<br />
Mirnapun ( baca : Rakyat jelata ) justru berfungsi sebagai pondasi dari kemapanan ekonomi. Yang tak bisa beristirahat sejenak dari<br />
penindasan. Karena label yang diberi masyarakat sebagai &#8220;sampah masyarakat&#8221; dan &#8220;kaum berdosa&#8221; . Maka lagi-lagi &#8221; Mirna &#8221; harus segera diabaikan.Dan kita pun tak mampu lagi untuk menghargai sebuah proses. Kepekaan kita terhadap sesama sudah hilang karena ketidakadilan dan penindasan sudah pula menjadi biasa.</p>
<p>Sosok &#8221; Mami Lan &#8221; jangan &#8211; jangan sama seperti kita juga , sadar atau tidak sadar kitapun sering menindas saudara atawa sesama , ketika &#8220;urusan perut&#8221;(Baca:cashflow)terancam tidak stabil dan lebih penting. </p>
<p>Kalau begitu , berarti &#8221; MIRNA &#8221; ( baca : Rakyat Jelata ) sendiri harus melakukan kreatifitas dan  pembelajaran sebagai praksis pembebasan dari ketidakadilan yang menindasnya. Proses ini harus menjadi uluran keprihatinan kita yang tak melulu &#8220;merias agama&#8221; untuk mengambil bagian<br />
sebagai fasilitator dan mediator ditengah<br />
kesibukan kita sebagai wartawan , penyiar ,<br />
karyawan , apa saja. Memulai dari awal : yakni kepekaan terhadap hal penindasan disekitar kita adalah awal yang baik.</p>
<p>Pambudi Nugroho </p>
<p>Andaikan nanti &#8221; MIRNA&#8221; menjadi Tua dan reyot , tentu saja tidak seenak dulu. Tapi proses goyangannya telah menoreh catatan diatas kertas abu-abu bahwa atas penderitaannya ia sudah memberikan kenikmatan bagi sesama untuk berproses.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mukadimah oleh Alvan Prihandijaya</title>
		<link>http://iskandarsiahaan.wordpress.com/2008/11/13/mukadimah/#comment-5</link>
		<dc:creator>Alvan Prihandijaya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 02:48:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iskandarsiahaan.wordpress.com/?p=14#comment-5</guid>
		<description>Nah, template yg ini lumayan lah daripada yg kemaren hehhehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nah, template yg ini lumayan lah daripada yg kemaren hehhehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Lonte (1) oleh suhunan situmorang</title>
		<link>http://iskandarsiahaan.wordpress.com/2008/11/16/lonte-1/#comment-4</link>
		<dc:creator>suhunan situmorang</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 11:28:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iskandarsiahaan.wordpress.com/?p=37#comment-4</guid>
		<description>Tapi, bagaimana kalau apinya ternyata lama padam, benda panjang yg menjuntai itu pastilah menyakiti kelamin Mirna. Soal ukuran, ternyata memang problem. Terlalu kecil, dianggap lemah. Kebesaran, dianggap bencana. Kasihan Mirna, demi uang, harus ia relakan dirinya disakiti: batin dan daging.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tapi, bagaimana kalau apinya ternyata lama padam, benda panjang yg menjuntai itu pastilah menyakiti kelamin Mirna. Soal ukuran, ternyata memang problem. Terlalu kecil, dianggap lemah. Kebesaran, dianggap bencana. Kasihan Mirna, demi uang, harus ia relakan dirinya disakiti: batin dan daging.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Lonte (1) oleh lintasmarketing</title>
		<link>http://iskandarsiahaan.wordpress.com/2008/11/16/lonte-1/#comment-3</link>
		<dc:creator>lintasmarketing</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 09:30:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iskandarsiahaan.wordpress.com/?p=37#comment-3</guid>
		<description>Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di Lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk Wordpress dengan installasi mudah.
Kami berharap bisa meningkatkan kerjasama dengan memasangkan WIDGET Lintas Berita di website Anda sehingga akan lebih mudah mempopulerkan artikel Anda untuk seluruh pembaca di seluruh nusantara dan menambah incoming traffic di website Anda. Salam!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di Lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk WordPress dengan installasi mudah.<br />
Kami berharap bisa meningkatkan kerjasama dengan memasangkan WIDGET Lintas Berita di website Anda sehingga akan lebih mudah mempopulerkan artikel Anda untuk seluruh pembaca di seluruh nusantara dan menambah incoming traffic di website Anda. Salam!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tentang Identitas oleh alvan</title>
		<link>http://iskandarsiahaan.wordpress.com/2008/11/12/mukadimah-2/#comment-2</link>
		<dc:creator>alvan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 03:11:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://iskandarsiahaan.wordpress.com/?p=11#comment-2</guid>
		<description>Akhirnya dirilis juga blog pribadinya Mas ..... :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya dirilis juga blog pribadinya Mas &#8230;.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
